Rangkaian pembukaan Visitasi Muhammadiyah Future School (MFS) di SMA Muhammadiyah 10 Sugio diawali dengan Kajian Iftitah yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Hafidlh Huddin, S.E., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (AIK), pada Kamis (16/7/2026).
Dalam kajiannya, Ustadz Hafid mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Visitasi MFS sebagai sarana meningkatkan kualitas iman, takwa, dan pengabdian dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Ustadz Hafid mengawali kajian dengan membacakan firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran ayat 102:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Berdasarkan ayat tersebut, Ustaz Muhammad Hafidlh Huddin menjelaskan beberapa indikator seseorang yang telah beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Indikator pertama adalah terbebas dari TBC (Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat). Seorang muslim hendaknya memurnikan akidah dengan menjauhi segala bentuk keyakinan maupun praktik yang tidak memiliki landasan syariat, sehingga kemurnian tauhid tetap terjaga.
Indikator kedua adalah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui ilmu yang diajarkan, tenaga yang diberikan untuk membantu sesama, maupun pemikiran dan solusi yang membawa kebaikan bagi masyarakat.
Selanjutnya, indikator ketiga ialah menjadi pribadi yang disiplin dan produktif. Seorang muslim dituntut menghargai waktu serta tidak bermalas-malasan. Setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, hendaknya segera bersungguh-sungguh mengerjakan tugas berikutnya sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Insyirah ayat 7:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
Artinya: “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).”
Melalui Kajian Iftitah ini, diharapkan seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta yang hadir dapat memperkuat nilai-nilai keislaman serta semangat berkhidmat di Amal Usaha Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan SMA Muhammadiyah 10 Sugio sebagai sekolah unggul melalui program Muhammadiyah Future School (MFS), tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter Islami yang berkemajuan. (*)
Penulis : Mohammad Nofian Subandi


Add a Comment